Kabar Pesantren
Karangharjo, Di tengah puncak kemeriahan Haflatul Imtihan 2025, Pesantren Bahrul Ulum menorehkan sejarah baru dengan meresmikan Mushalla dan Perpustakaan Digital sebagai wujud nyata komitmen pesantren dalam memperkuat dua pilar penting kehidupan santri yaitu ibadah dan ilmu. Peresmian ini dilangsungkan pada malam puncak Haflah Imtihan dan disaksikan langsung oleh santri, wali santri, alumni, dan masyarakat. (25/6)
Mushalla dan perpustakaan digital diresmikan dengan pembacaan tawassul bil Fatihah dan doa yang dipimpin oleh KH. Abdul A’la Basyir, didampingi oleh KH. Hodri Ariev (Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum), KH. Abdul Muqit Arif, KH. Miftah Faqih, KH. Ulil Abshar Abdalla, dan KH. Ulun Nuha.
KH. Hodri Ariev dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan pesantren untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya.
“Kita hidup dalam dunia yang terus berubah. Namun nilai-nilai pokok seperti ibadah dan ilmu harus terus dijaga. Mushalla adalah tempat kita kembali kepada Allah, dan perpustakaan digital adalah tempat kita mengasah ilmu untuk kembali pada Allah. Keduanya tidak dapat dipisahkan,” ungkap KH. Hodri Ariev.
Sementara itu, para tokoh yang hadir menyambut baik inisiatif pembangunan ini. KH. Ulil Abshar Abdalla menilai bahwa kehadiran perpustakaan digital merupakan lompatan penting dalam dunia pesantren yang selama ini dikenal kuat dalam literatur.
KH. Miftah Faqih dan KH. Ulun Nuha juga menekankan pentingnya menjaga semangat keberlanjutan dalam rencana panjang pesantren ini. Keduanya berharap agar para santri tidak hanya memanfaatkan fasilitas ini, tetapi juga memeliharanya dengan penuh tanggung jawab.
Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan pembagian secara simbolis 1000 mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk syiar dakwah dan penguatan pendidikan keislaman. Mushaf diberikan secara simbolis kepada tiga perwakilan yang merepresentasikan elemen penting dalam kehidupan pesantren: Ahmad Khunaifin (santri aktif), KH. Roili Nur Waqi (guru ngaji), dan H. Abdul Wafi (ta’mir masjid).
Pembagian mushaf ini merupakan program kedua setelah tahun sebelumnya pesantren Bahrul Ulum juga membagikan 1000 mushaf Al-Quran, hal ini dimaknai sebagai bentuk kesinambungan semangat Al-Qur’an dari guru ke murid, dari pesantren ke masyarakat, dari tradisi ke transformasi. Seribu mushaf ini nantinya akan disebar ke masjid-masjid, mushalla, dan seluruh santri pesantren Bahrul Ulum.
Salah satu santri, Mery Merisa dan Salju Akinaton mengungkapkan rasa senang dengan adanya mushalla dan perpustakaan digital ini, mereka berharap tahun depan juga dibangun mushalla untuk santri putri.
Acara peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik tolak penting bagi Pesantren Bahrul Ulum dalam mengokohkan diri sebagai “Pesantren Hybrid” memadukan kekuatan spiritual dan intelektual, mengintegrasikan nalar tradisi dengan semangat kemajuan. Dengan mushalla sebagai ruang ibadah dan perpustakaan digital sebagai ruang literasi, pesantren meneguhkan jati dirinya sebagai pusat peradaban ilmu dan akhlaq. Fth.
Jember, 21 Juli 2024; Tahun Pendidikan 2024-2025 Pesantren Bahrul Ulum mencanangkan program “Bahrul Ulum Menuju Pesantren Hybrid”. Pilihan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting. Per
Load More
Karangharjo - Semangat persaudaraan dan sinergi dakwah antar pesantren kembali diteguhkan melalui kegiatan Jalan Sehat Persaudaraan yang digelar oleh Pesantren Bahrul Ulum, Karangharjo, Silo, Jembe
Load More
Hari ini, 20 Juli 2024 jam 13:00 waktu setempat diselenggarakan Temu Alumni Pesantren Bahrul Ulum, acara ini termasuk dalam seragkaian acara Haflatul Imtihan Pesantren Bahrul Ulum 2024 berlangsung den
Load More
Karangharjo, 16 September 2024 - Pesantren Bahrul Ulum kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sarana pendidikan dan ibadah dengan dimulainya pembangunan mushalla dan perpustakaan digital.
Load More
Karangharjo, 8 September 2024 - Dalam upaya mewujudkan program Pesantren Hybrid, Pesantren Bahrul Ulum terus melakukan peningkatan kualitas medianya dengan mengirimkan dua santri, Muhammad Zainul Aziz
Load More